1.makan secukupnya (tidak berlebihan)
Dalam Al-Quran surat Al-A’raf:31 Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman yang artinya “…makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(QS. 7:31).Salah satu akibat dari makan berlebihan adalah Kelebihan berat badan yang selanjutnya akan memicu timbulnya penyakit-penyakit diantaranya diabetes, stroke, jantung dan penyakit penyumbatan pembuluh darah.
2.Makan makanan yang sehat:
makanan yang baik,
tentunya dari segi ilmu makanan/gizi yaitu makanan yang cukup
mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.
3.Tidak mengkonsumsi alkohol dan yang merusak tubuh
contohnya adalah minuman beralkohol dan rokok , Oleh para ahli, alkohol diketahui dapat menimbulkan kerusakan pada
seluruh bagian tubuh manusia, seperti sistem syaraf, pembuluh darah,
jantung, hati, saluran pencernaan , termasuk rokok yang sudah nyata menimbulkan kerusakan jantung, pembuluh darah, gigi, dan paru-paru.
4.Menjaga kebersihan
umat Islam dianjurkan agar menjaga kebersihan. Kebersihan badan, pakaian, makanan,
rumah dan lingkungan yang semuanya ini bermanfaat untuk menjaga
kesehatan.Dengan menjaga kebersihan ini, maka manusia akan terhindar dan
berbagai penyakit infeksi, seperti Tipus, Hepatitis, Muntah-berak
(muntaber), Disentri, TBC, Pilek, Bronkhitis, Demam bendarah, Malaria,
Kudis, Panu-Kurap, AIDS, Siphilis dan lain lain
5.Olahraga
Olah raga bermanfaat untuk kesehatan. Oleb karenanya, dengan berolahraga
yang teratur, terukur dan bersitat aerobik akan memberikan banyak
manfaatbagi kesehatan.
6.Istirahat
istirahat juga berpengaruh bagi kesehatan kita ,tidur dengan durasi 6-8 jam per hari .
Sabtu, 29 September 2012
agama dan masyarakat
A. Latar Belakang
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik atau buruk potensi buruk akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka perilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi buruknya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).
Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama), maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self contor) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
B.Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “Hubungan Masyarakat Dengan Agama”.
Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada :
1. Fungsi Agama dalam Masyarakat
2. Dimensi Komitmen Agama dalam Masyarakat
3. Kaitan Agama dengan Masyarakat
4. Pelembagaan Agama
5. Konflik yang ada dalam Agama
AGAMA DAN MASYARAKAT
1. Fungsi Agama dalam Masyarakat
Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistemsosial, dan kepribadian.Teori fungsional dalam melihat kebudayaan pengertiannya adalah, bahwa kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain, setiap saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, bersifat kongkret terjadi di sekeliling.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral. Dalam setiap masyarakat sanksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi.
Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa mayarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya. Orang tua di mana pun tidak mengabaikan upaya “moralisasi” anak-anaknya, seperti pendidikan agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut harus beribadat dengan kontinyu dan teratur, membaca Al-Qur'an dan berdoa setiap hari, menghormati dan mencintai orang tua, bekerja keras, hidup secara sederhana, menahan diri dari tingkah laku yang tidak jujur, tidak berbuat yang senonoh dan mengacau, tidak minum-minuman keras, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan tidak berjudi. Maka perkembangan sosialnya terarah secara pasti serta konsisten dengan suara hatinya.
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik atau buruk potensi buruk akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka perilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi buruknya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).
Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama), maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self contor) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
B.Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “Hubungan Masyarakat Dengan Agama”.
Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada :
1. Fungsi Agama dalam Masyarakat
2. Dimensi Komitmen Agama dalam Masyarakat
3. Kaitan Agama dengan Masyarakat
4. Pelembagaan Agama
5. Konflik yang ada dalam Agama
AGAMA DAN MASYARAKAT
1. Fungsi Agama dalam Masyarakat
Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistemsosial, dan kepribadian.Teori fungsional dalam melihat kebudayaan pengertiannya adalah, bahwa kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain, setiap saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, bersifat kongkret terjadi di sekeliling.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral. Dalam setiap masyarakat sanksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi.
Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa mayarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya. Orang tua di mana pun tidak mengabaikan upaya “moralisasi” anak-anaknya, seperti pendidikan agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut harus beribadat dengan kontinyu dan teratur, membaca Al-Qur'an dan berdoa setiap hari, menghormati dan mencintai orang tua, bekerja keras, hidup secara sederhana, menahan diri dari tingkah laku yang tidak jujur, tidak berbuat yang senonoh dan mengacau, tidak minum-minuman keras, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan tidak berjudi. Maka perkembangan sosialnya terarah secara pasti serta konsisten dengan suara hatinya.
Sabtu, 22 September 2012
menulis sebuah cerita itu bagaikan sebuah lukisan. semua berawal dari selembar kanvas putih. dan kau mulai menyiapkan warna untuk membuat lukisanmu menjadi cantik, indah, abstrak, bahkan mengerikan. memilih warna sesuai keinginanmu, dan terkadang sesuai kehendak yang kau tidak inginkan,'
saat kau mulai meyakinkan diri, kau taruh sebuah titik, berubah menjadi garis keberanian. kau mulai dengan hal kecil yang sederhana, dan mulai percaya pada dirimu, dan berserah agar semua terlihat indah dan seperti apa yang kau inginkan di akhir.
titik itu menyatu, garis-garis itu menjuntai indah, dan lukisan itu hampir selelsai. hanya awal lukisan dan akhir lukisan yang terpenting saat kamu menaklukan kanvas itu.
hanya kepercayaan diri yang mempermudah semuanya dan sebuah keyakinan entah terkadang dari mana asalnya, yang membuat kau membiarkan semua berjalan seperti darah yang mengalir indah di ruas-ruas tubuhmu.
hanya menyelesaikan gamabar itu, dan mulai memperindah. mulai mempercantik.
dan dengan sentuhan akhir dari kepercayaan dan keindahan tanganmu, maka lukisan itu jadi dengan karyamu. yang kau inginkan
saat kau mulai meyakinkan diri, kau taruh sebuah titik, berubah menjadi garis keberanian. kau mulai dengan hal kecil yang sederhana, dan mulai percaya pada dirimu, dan berserah agar semua terlihat indah dan seperti apa yang kau inginkan di akhir.
titik itu menyatu, garis-garis itu menjuntai indah, dan lukisan itu hampir selelsai. hanya awal lukisan dan akhir lukisan yang terpenting saat kamu menaklukan kanvas itu.
hanya kepercayaan diri yang mempermudah semuanya dan sebuah keyakinan entah terkadang dari mana asalnya, yang membuat kau membiarkan semua berjalan seperti darah yang mengalir indah di ruas-ruas tubuhmu.
hanya menyelesaikan gamabar itu, dan mulai memperindah. mulai mempercantik.
dan dengan sentuhan akhir dari kepercayaan dan keindahan tanganmu, maka lukisan itu jadi dengan karyamu. yang kau inginkan
Rabu, 29 Februari 2012
flat banget hari ini, sumpah haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah. gatau apa yang harus dilakuin, belajarpun juga gue gak pernah. gimana mau dapet upi atau uny . khayalan gue ngerasa udah hidup banget nih, di jogja gitu kan indah banget. nggak sih biasa aja tapinya. tapi udah kebayang banget.
cepet cepet lulus kek dari sini ya ampun
Sabtu, 04 Februari 2012
im lier
cerita awalnya yaitu gue punya temen, sebut aja si A . well dia the bestfriend ever had. but i make her dissapointed. i just told to my bf, if she wanna kill him. but it just JOKING. you know joking?
i think my bf, understand but he told to all of his friend. si A malu, merasa nama baiknya tercemar, dia ngamuk dan dia gak mau maafin gue. itu wajar, i know that, well its over. and now they said that im lier. itu gapapa buat gue, kalo emang udah gak percaya sama gue, lagian gue bohong karna itu privasi gue. lagian kalo udah gak percaya sama gue lagi, tak usahlah masih ikut campur urusan gue lagi, nyari kesalahan kesalahan gue lagi. itu udah bukan jadi hak kalian, karna gue punya hidup sendiri!
i think my bf, understand but he told to all of his friend. si A malu, merasa nama baiknya tercemar, dia ngamuk dan dia gak mau maafin gue. itu wajar, i know that, well its over. and now they said that im lier. itu gapapa buat gue, kalo emang udah gak percaya sama gue, lagian gue bohong karna itu privasi gue. lagian kalo udah gak percaya sama gue lagi, tak usahlah masih ikut campur urusan gue lagi, nyari kesalahan kesalahan gue lagi. itu udah bukan jadi hak kalian, karna gue punya hidup sendiri!
Langganan:
Postingan (Atom)